RATUSAN PENGEMUDI OJEK DARING DIBERIKAN EDUKASI KESELAMATAN BERKENDARA OLEH POLDA JABAR


ASPIRASIBERITA,-- Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui Direktorat Lalu Lintas menggelar kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa” yang diikuti oleh ratusan pengemudi ojek daring se-Kota Bandung dan sekitarnya. Kegiatan ini berfokus pada pemberian edukasi keselamatan berkendara, pembekalan keamanan, serta penguatan hubungan kemitraan antara kepolisian dengan para pelaku jasa transportasi daring yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Raydian Kokrosono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus wujud nyata upaya institusi Polri dalam memperkuat sinergi dan kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, pengemudi ojek daring memiliki peran strategis tidak hanya dalam mendukung perekonomian warga, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.

“Hari ini kami menggelar silaturahmi sekaligus pembekalan kepada rekan-rekan pengemudi ojek daring yang selama ini telah menjadi mitra baik kami, baik sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun mitra dalam menyebarluaskan kampanye keselamatan berlalu lintas kepada pengguna jalan lainnya,” ujar Kombes Pol Raydian Kokrosono saat memberikan sambutan di lokasi kegiatan, Kamis.

Kegiatan yang dihadiri oleh ketua, pengurus, dan ratusan anggota komunitas ojek daring ini dirancang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan guna menunjang aktivitas mereka sehari-hari di jalan raya. Berbagai materi disampaikan secara terstruktur dan mudah dipahami, mencakup aspek keselamatan, keamanan, hingga pengetahuan yang mendukung kesejahteraan para pengemudi dan keluarganya.

Materi yang disampaikan meliputi prinsip keselamatan berkendara, tata cara tertib berlalu lintas sesuai peraturan yang berlaku, peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, cara memanfaatkan layanan darurat nomor 110, teknik bantuan hidup dasar bagi korban kecelakaan, serta informasi lengkap mengenai program perlindungan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan layanan pertanggungan kecelakaan dari Jasa Raharja.

Raydian menegaskan bahwa penekanan utama diberikan pada aspek keselamatan, mengingat tingginya risiko yang dihadapi pengemudi ojek daring saat melaksanakan tugas. Melalui pemahaman yang baik mengenai cara berkendara yang aman, diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Secara khusus kami berikan materi mengenai safety riding atau teknik berkendara yang aman dan nyaman, serta arahan yang jelas mengenai peraturan lalu lintas agar selalu dipatuhi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri masing-masing pengemudi bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari disiplin diri sendiri,” jelasnya.

Tidak hanya berupa penyampaian materi secara teoretis, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif agar lebih menarik dan mudah diingat. Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar mengadakan lomba cerdas cermat seputar peraturan dan keselamatan berlalu lintas, serta menyiapkan lomba keterampilan keselamatan berkendara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari berikutnya. Kedua lomba ini diharapkan dapat menguji sekaligus memperdalam pemahaman yang telah diperoleh peserta.

Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan pelatihan mengenai keterampilan komunikasi dan tata cara pelayanan kepada pelanggan. Hal ini dilakukan agar para pengemudi tidak hanya terampil dalam mengemudi, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang sopan, ramah, dan profesional kepada masyarakat yang menggunakan jasa mereka.

“Dalam kegiatan ini kami juga berikan bekal ilmu mengenai cara berkomunikasi yang baik atau public speaking serta cara berinteraksi yang santun dengan penumpang maupun sesama pengguna jalan. Kami ingin kualitas pelayanan rekan-rekan pengemudi semakin meningkat dan menjadi teladan bagi pengguna jalan lainnya,” tambah Raydian.

Sementara itu, salah satu perwakilan pengemudi ojek daring, Ian (46), menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kesempatan yang diberikan. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan menjawab kebutuhan mereka yang setiap hari menghabiskan waktu berjam-jam di jalan raya.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Selain penjelasan yang jelas, kami juga diberikan buku saku panduan keselamatan berkendara yang bisa kami bawa setiap saat saat mengantarkan penumpang, sehingga bisa terus dipelajari sebagai pengingat agar tetap aman dan tertib di jalan,” ujar Ian dengan antusias.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peserta juga mendapatkan edukasi mengenai penggunaan aplikasi JRQ, sebuah sistem pelaporan kecelakaan lalu lintas yang memudahkan proses pengaduan dan penanganan kejadian secara cepat. Selain itu, pengetahuan dasar pertolongan pertama pada korban kecelakaan juga menjadi bekal penting yang dapat langsung diterapkan jika sewaktu-waktu menghadapi situasi darurat di lapangan.

“Materi seperti ini sangat berguna untuk keselamatan kami sendiri maupun orang lain. Kami jadi lebih paham apa yang harus dilakukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus mendukung terciptanya budaya tertib dan aman berlalu lintas di wilayah Jawa Barat,” pungkas Ian.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polda Jabar berharap kemitraan yang terjalin dapat terus diperkuat, sehingga keberadaan pengemudi ojek daring tidak hanya menjadi tulang punggung layanan transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi mata dan telinga kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan serta menjadi agen penyebar informasi keselamatan lalu lintas yang efektif.

Posting Komentar

0 Komentar