Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga mengandung bayi yang diangkat jadi anak karena kedua orangtuanya meninggalkan korban ledakan gas.
beritaaspirasi 15 september 2026
BERITAASPIRASI --(BANDUNG — Duka mendalam menyelimuti keluarga korban ledakan tabung LPG 3 kilogram di Jalan Sekeeper RT 06/RW 05, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung. Dari enam korban dalam peristiwa tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Ledakan diduga dipicu kebocoran tabung LPG 3 kilogram ketika salah satu anggota keluarga hendak memasak mi. Api kemudian menyambar dan menyebabkan ledakan serta kerusakan pada bagian rumah.
Ketua RW 05, Abubakar, mengatakan empat korban yang meninggal dunia seluruhnya merupakan orang dewasa. Mereka adalah pasangan suami istri Rini (23) dan Ari (23), Maryati (51) yang merupakan ibu angkat Rini, serta Dedek (29), tetangga korban.
“Dua korban meninggal dunia adalah pasangan suami istri Rini dan Ari. Sedangkan dua korban lainnya Maryati, ibu angkat Rini, serta Dedek, tetangga korban,” kata Abubakar, Selasa (15/9/2026).
Keempat korban tidak meninggal secara bersamaan. Korban terakhir yang mengembuskan napas terakhir adalah Rini pada Senin (14/9/2026), setelah sekitar tiga pekan menjalani perawatan dan tindakan operasi.
Saat kejadian, Rini diketahui tengah mengandung sembilan bulan. Ia kemudian menjalani operasi sesar untuk menyelamatkan bayinya. Sang bayi berhasil dilahirkan dalam kondisi sehat.
“Rini saat kejadian sedang hamil sembilan bulan dan menjalani sesar. Namun setelah tiga pekan menjalani perawatan, Rini meninggal dunia menyusul suaminya. Alhamdulillah bayinya dalam keadaan sehat,” ujar Abubakar.
Selain empat korban meninggal dunia, dua korban lainnya yang masih anak-anak masih menjalani perawatan. Keduanya masing-masing berusia enam tahun dan tiga tahun. Anak berusia enam tahun diketahui merupakan anak Rini, sedangkan korban berusia tiga tahun merupakan kerabat Rini.
Para korban sebelumnya dievakuasi menggunakan ambulans relawan dan mendapatkan perawatan di RS Hermina Antapani serta RS Ujungberung.
Namun, di tengah proses pemulihan para korban, kabar meninggalnya Rini membuat duka keluarga semakin berat. Bayi yang usianya belum genap satu bulan kini harus tumbuh tanpa kedua orang tuanya setelah Rini dan Ari meninggal dunia.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga. Ia menyatakan kesediaannya untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi yang ditinggalkan kedua orang tuanya.
Abubakar menyampaikan apresiasi atas kepedulian tersebut.
“Bayi yang belum genap satu bulan harus kehilangan kedua orangtuanya. Alhamdulillah mendapat perhatian dari anggota DPRD Rendiana Awangga yang akan menjamin kelangsungan hidupnya,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Rendiana membenarkan komitmennya untuk membantu bayi tersebut. Ia menyatakan siap mengangkat bayi itu sebagai anak dan menanggung kebutuhan hidupnya.
“Saya angkat anak. Semua biaya kebutuhan bayi sampai besar nanti saya tanggung jawab,” ujar Rendiana.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi perhatian warga sekitar. Di tengah kehilangan empat nyawa, harapan kini tertuju pada dua korban anak yang masih menjalani perawatan serta bayi yang baru lahir dan harus menjalani kehidupan tanpa kedua orang tuanya.
(Hen***)
0 Komentar