DPKP Kota Bandung Rawat Pohon Sepanjang Tahun, Pemangkasan Berlanjut hingga Peremajaan
BERITAASPIRASI — BANDUNG, 8 Oktober 2026 — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon terus melakukan pemangkasan serta pengamanan pohon secara rutin di sejumlah ruas jalan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan pohon yang dilakukan sepanjang tahun, bukan semata-mata sebagai langkah antisipasi memasuki musim penghujan.
Pada Kamis (8/10/2026), petugas UPTD melakukan pemangkasan pohon di kawasan Jalan Terusan Jakarta. Kepala UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon DPKP Kota Bandung, Yoppie Irawan Hidayat, mengatakan pemangkasan dan pengamanan pohon merupakan pekerjaan rutin yang dilakukan berdasarkan permohonan masyarakat maupun program pemeliharaan yang telah disusun.
“Setiap hari kami tetap melaksanakan pemangkasan dan pengamanan pohon. Kalau sudah masuk musim penghujan, paling kami menyiapkan kesiapan tenaga saja,” ujar Yoppie.
Di Jalan Terusan Jakarta, petugas memangkas pohon lamtoro yang secara kondisi masih tergolong sehat. Namun, pertumbuhannya dinilai berpotensi mengganggu pohon lain sekaligus menimbulkan risiko keselamatan.
Menurut Yoppie, pohon lamtoro tersebut tumbuh lebih tinggi dibandingkan pohon palem yang berada di sekitarnya sehingga berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman lain. Keterbatasan ruang tumbuh akar pada area median jalan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pemeliharaan.
“Sebetulnya ini contoh salah satu pohon yang kondisinya sehat. Hanya saja ini membahayakan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemangkasan juga bertujuan mengurangi beban pohon. Sebab, pohon tumbang tidak selalu disebabkan oleh kondisi pohon yang sakit. Pohon yang secara fisik masih sehat tetap dapat tumbang apabila memiliki beban tajuk yang berat, sementara ruang tumbuh akar di kawasan perkotaan terbatas.
“Kalau kita lihat, pohon-pohon yang rubuh bukan pohon yang sakit, tapi pohon yang sehat juga. Itu diakibatkan karena beban berat,” jelasnya.
Peremajaan dan Penyulaman
Selain pemangkasan dan pengamanan, DPKP Kota Bandung terus melakukan penanaman kembali atau peremajaan pohon di sejumlah lokasi.
Penanaman kembali antara lain dilakukan di Jalan Terusan Jakarta dan Jalan Derwati, termasuk pada sejumlah titik yang sebelumnya merupakan lokasi pohon tumbang.
Yoppie mengatakan, program penghijauan saat ini lebih banyak diarahkan pada penyulaman dan peremajaan. Hal tersebut dilakukan karena ketersediaan lahan untuk penanaman pohon baru di kawasan perkotaan semakin terbatas.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan sekitar satu dekade lalu ketika ruang untuk penanaman pohon masih relatif tersedia.
“Dulu kami gencar melakukan penanaman pohon. Dalam sehari bisa 10, 20, sampai 60 pohon karena ruang di jalan masih ada. Sekarang kami memang sudah terbatas lahannya. Makanya kebanyakan tim penghijauan kami hanya menyulam, peremajaan,” ujarnya.
Selain pemangkasan, penebangan juga dilakukan terhadap pohon yang dinilai membahayakan maupun pohon yang sudah mati. DPKP Kota Bandung juga memiliki program penyiraman pohon yang dilaksanakan UPTD Penghijauan dan Pemeliharaan Pohon, terpisah dari kegiatan penyiraman taman.
Pada Kamis (8/10/2026), kegiatan pemangkasan dan penghijauan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Jalan Terusan Jakarta, Hegarmanah, PH.H. Mustofa, Supratman, dan Ciwastra. Sementara penanaman kembali dilakukan di Jalan Terusan Jakarta dan Jalan Derwati.
Yoppie menegaskan, pemeliharaan pohon merupakan kegiatan berkelanjutan yang dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mempertahankan kualitas ruang hijau di Kota Bandung.
Sumber: Diskominfo Kota Bandung
0 Komentar